Rabu, 25 Desember 2013

Home 2

Bidadari Tua Semangat Perjuanganku




   Teringat hari ini aku telah membuat suatu kesalahan yang mungkin akan menjadi beban. Mengenang perjuanganmulah aku mampu bertahan. Ya, sosok bidadari tua yang kini mulai terlihat lelah menemani dan menjaga ku di setiap waktu. Apakah aku yang bersalah? apakah aku yang meninggalkannya? apakah... dan apakah...???? pertanyaan-pertanyaan konyol macam apa ini! menangispun sudah tidak ada gunanya lagi. Ku coba resapi, Ku coba selami, segalanya yang telah terjadi selama ini dan aku kembali teringat wajahmu, "Bidadariku" yang telah menua.
   Aku kembali teringat awal aku memasuki kehidupan baru ini. Tahun 2011 mulai kuperjuangkan dan kupertaruhkan seluruh jiwa ragaku hanya untuk sebuah impian konyol yang mungkin tidak dapat aku gapai. Satu kata yang ternyata telah merubah segalanya. Tentu saja penyesalan datang di saat yang tidak tepat. Aku baru sadar bahwa sebenarnya aku ini orang yang tidak mampu dan hanya suka bermimpi penuh angan menembus asa. Betapa bodohnya aku mengatakan bahwa aku ingin “KULIAH”! satu kata yang ternyata membua bidadariku kewalahan mencari keajaiban dari doa dan harapan.
   “Ya, aku hanya orang bodoh! Pasti benar aku hanya bermimpi! Dan tentu saja aku hanya mampu untuk menghayalkannya. Hanya saja kenapa datang sebuah semangat bahwa hari ini, aku disini, berjuang untuk bertahan padamkan luka dan beban yang ada, yang telah membakar seluruh jiwa.” Kecamuk isi hati yang tidak dapat kuungkapan ketika aku menatap wajah bidadari tua ku. Betapa bodohnya aku sekali lagi atas apa yang telah aku pinta. Tanpa sadar dari kecil hingga dewasa usiaku kini pun aku hanya menggantungkan semuanya dari pertolongan Bidadariku, tanpa kusadari Ia pun beranjak letih dan sedikit tidak berdaya. Tapi apa daya, bidadariku adalah tangan Tuhan di muka bumi ini. Bidadariku memiliki beban yang berada dipundaknya. Pun bidadariku selalu harus dan tidak boleh terlihat menyerah di depanku.
   Ya!!! Memang bodohnya aku terlalu terlambat menyadari segala yang telah terjadi, kuambil hikmah-Nya, rasakan nikmat-Nya, dan kucoba untuk hadapi. Kau berikan kekuatan untuk lewati semua ini. Hari ini, Kan ku pastikan aku masih ada disini mencoba lepaskan, coba bebaskan segala rasa perih dihati. Coba resapi, Coba hayati segala yang telah terjadi ku ambil hikmah-Nya. Rasakan nikmat-Nya Dan kucoba untuk hadapi semua ini sendiri. Namun sekali lagi aku berkata pada diriku sendiri bahwa “Aku Tidak akan pernah bisa!”.
   Namun sekali lagi kau datang, Bidadariku yang kini engkau telah berambah rapuh. Engkau selalu ada saat jiwa ini rapuh, dikala aku jatuh kau memberikanku kekuatan untuk aku berdiri, tapi bisahkah kau untuk sekali saja mengatakan bahwa kau juga butuh bantuan. Segala doa dan usaha yang kau buat untuk menyelamatkanku, melindungiku, dan menjadikanku menggapai cita ini tidak dapat ku balas walau dengan nyawa sekalipun. Kini ku berjanji bidadariku, aku di sini baik-baik saja. Aku di sini berjuang keras membalas perjuanganmu hanya dengan keseriusan dan niatku untukmu bidadariku. Maafkan aku jika memang aku selalu menyusahkanmu, maafkan aku jika selalu menimbulkan masalah bagimu, dan maafkan aku apabila aku sering membuat mu kecewa. Kini dirimu sudah mulai rapuh dan aku takut kehilanganmu, sungguh aku takut. Tanpamu Bidadariku aku bukanlah apa-apa lagi, pun tanpamu bidadariku aku tidak akan berdiri disini memakai almamater ini. Engkaulah sumber semangat juangku, engkaulah sumber inspirasiku, engkaulah guru terbaik dalam hidupku, dan ku harapkan engkau juga memahami dirimu sendiri lebih dari engkau emmahami anak titipan Tuhan padamu. Ya, Ibulah bidadari tuaku yang selalu masih dan akan tetap menemaniku menuju kesuksesan duniaku. Terimakasih Ibu engkaulah sumber semangat ku dan karenamu lah aku masih tetap bertahan dengan ini, sekali lagi aku akan berdoa dan berharap serta memohan kepada Tuhan, untuk selalu menjaga dan memberikanmu kesehatan serta rezeki yang barokah. Aku di sini selalu merindukanmu dari lubuk hatiku walau terkadang aku gengsi dan tidak akan berbicara yang sejujurnya,. Mengertilah akan dirimu sendiri Ibu wujud dari Bidadari tangguh yang dikirimkan Tuhan untukku.
   Kini di tahun 2013 aku berjanji akan tetap semangat dan jalani hidup ini lebih kuat darimu dan aku tidak akan menyerah. Kedewasaan bukanlah menjadi tonggak utama orang akan menjadi sukses. Bermimpi bukan satu-satunya jalan untukku menggapai mimpi, dan doa serta usaha darimu Ibu tidak akan sia-sia, karena engkaulah sekalilagi Bidadari yang mulai tua dan rapuh. Istirahatlah dan mulailah kembali ketika engkau sudah siap bekerja keras. Aku di sini baik-baik saja Ibu. Terimakasih!!


sad-UNTUKMU BIDADARI TUAKU YANG MENJADI SUMBER SEMANGATKU MENJALANI HIDUP INI-sad

Home

"Sejauh Mata Memandang"

Hamparan Sawah Desa Ku

     Sesaat aku mengayuh kan anganku menemukan sesuatu yang tidak pernah kutemukan di kota Pendidikan. Tak ada waktu dan kesempatan untukku menikmati Goresan Keindahan Alam Ciptaan-Mu. Sungguh indah, ya sungguh benar-benar mempesona. Bagaimana aku bisa melupakan ini semua hanya demi pekerjaan yang tidak pernah emmbuat hatiku tenang. lucunya hidup ini tinggallah dijalani tanpa boleh protes. Hidup ini pun bukan untuk menghindar, bukan pula untuk ditinggal, bahkan tidak bisa dihapus kecuali dengan mati. Pilihan bukan! Rejeki juga bukan! apalagi menang undian, tambah ndak mungkin. Bodoh ketika melihat berita isinya bunuh diri! hahahaha.. ketawa saja, senyum berbangga diri BAHWA AKU MASIH BISA BERDIRI. Senyum saja melihat mereka tidak punya masa depan. Orang bilang itu TAKDIR, betulkah takdir? setahu saya takdir itu bisa dirubah dengan kita berusaha, berdoa, dan melakukan yang terbaik. Itu pengertianku selama ini, kalau saja orang celaka dan bilang dirinya sudah TAKDIR, lemahnya orang itu.
         Satu dari keinginan kita tak akan pernah tercapai hanya dengan kita duduk-duduk, ongkang-ongkang kaki, atau mendengarkan OPLOSAN. hahahahhah . lucunya hidup ini. Sekarang aku sadar Allah telah menciptakan diriku dengan kemampuanku yang bahkan diriku pun tidak tahu batasnya. Allah menciptakan Dunia ini pun dengan segala manfaat yang dilupakan oleh banyak orang. Hanya dengan begitu kenapa mereka masih berbangga dengan apa yang dia punya. Sesulit apapun... selalu akan berakhir... bahkan di janjikan adanya banyak kemudahan setelahnya....Bukankah Allah berkata gitu..? klu tidak perkataan itu yg kita percaya.. maka siapa lagi...? Kehidupan tidak akan pernah berhenti sekarang...!!! selalu ada kehidupan setelah ini... bahkan setelah kematian pun...dan juga Kebohongan terbesar adalah Kemunafikkan terhadap diri sendiri... ketika kita tak mampu mengelola Kejujuran dengan Bijak, maka berhati - hatilah kita dengan "dusta putih"... jangan sampai niat baik terlumuri hawa nafsu, karena yang tulus memang tidak dapat menggunakan kemampuan yang "biasa saja"....Kejujuran mungkin bukan segala galanya...namun dari Kejujuran segalanya berawal...
         Ohhh indahnya alam-Mu, sungguh kesempatan yang langka menikmati hari ini. besok akan ada apa lagi ya..!!!! yang penting HAPPY... walaupun sejauh mata memandang yang ada hanya ranjau-ranjau yang harus dilewati...

Keep Fighting! Keep Trying!

TUJUH KIAT BAHAGIA DAN DAMAI

1. Don’t think your life seriously! 

Jangan berpikir hidup anda dengan ‘serius’! Nasihat ini bukan berarti hidup dijalani asal-asalan, malas, tidak berusaha, tidak mau tahu, tapi tentang memperhatikan hidup dari aspek kealamiahannya. Karena itu saya gunakan tanda kutip (‘serius’). Bedakan usaha dengan ngotot. Ngotot adalah keseriusan yang berlebihan. Seperti tumbuhan yang tidak perlu ingin tumbuh, karena sifat dari tumbuhan itu memang tumbuh (growing). Kita boleh berusaha, melakukan upaya-upaya yang terbaik, namun ada saatnya kita memutuskan untuk membiarkan hukum alam bekerja. Seperti menanam tumbuhan. Kita bisa memberinya pupuk, menyirami setiap hari,namun kita tidak perlu melakukan penantian untuk menunggu buah. Buah akan muncul sesuai dengan sifat alaminya sendiri. Sebagai gantinya kita lebih banyak menikmati proses perjalanannya. Orang yang terlalu serius sering hanya ingin hasil dan tidak bisa menikmati proses. 

2. Don’t think another side is better! 

Jangan berpikir hal-hal luar kita selalu lebih baik! Ada pepatah rumput tetangga selalu lebih hijau. Sering perilaku seperti itu hanya menggarisbawahi dan mengasihani diri sendiri. Kitapun terjerumus untuk tidak menghargai proses perjalanan kita. Pencapaian orang lain didasari hukum menuai dan menabur yang mereka miliki. Ada konsekuansi dalam setiap tindakan, jadi kita tidak perlu irihati melihat apa yang dialami orang lain. Tidak ada kondisi selalu enak, enak dan tidak enak selalu silih berganti. Jika kita mempelajari hidup kita akan tahu bahwa hal-hal alami seperti juga dialami orang lain. Jauh lebih penting kita menumbuhkan wisdom dari pada pencapaian aritifisial yang bukan letak dari kebahagiaan. Kebahagiaan terletak pada diri kita sendiri. “Dari antara sekalian makhluk di atas bumi ini, hanya manusia yang mampu mengubah garis hidupnya; dialah satu-satunya mahkluk yang sekaligus dapat berperan sebagai arsitek nasibnya sendiri.” (William James) 

3. Keep focused on Your Goal! 

 Apa yang sesungguhnya yang Anda cari? Fokus pada tujuan, tidak lain, adalah kebahagiaan dan kedamiaan. Beberapa saat lalu saya membaca artikel tentang orang sukses yang hingga sekarang masih sibukbekerja. Dia mengindap penyakit deabetes, dan masih sibuk melayani klien baik di dalam maupun diluar negeri. Dia mengaku sehari hanya bisa tidur 5 jam dan satu-satuny cara mengatasi diabetes hanya dengan mengatur pola makan dan tidak sempat berolahraga. Jika kita cermati dengan baik, itukah yang sesungguhnya kita cari? “Orang yang berhasil memperoleh kekuasaan politik, namun yang memperjuangkannya demi alasan-alasan neurotik, mungkin sangat sukses, namun justru merupakan tipe orang yang patut diwaspadai oleh masyarakat, sebab kebutuhannya akan kekuasaan bersifat kompulsif dan tidak pernah akan terpuaskan.” (Frank G.Goble, dalam Mazhab Ketiga) Fokus pada tujuan adalah mengingatkan bahwa kita mesti balance. Kesehatan, kebahagiaan, pekerjaan, keluarga, semua perlu dibuat seimbang, karena memang itulah yang seharusnya menjadi pusat perhatian kita. Keseimbangan dapat dilakukan dengan baik jika kita memperhatikan aspek kebahagiaan dan kedamaian. Jika kita bahagia, kita bisa mengatur diri dan membuat keputusan dengan cara-cara yang lebih bijaksana. Tidak selamanya uang akan membuat hidup kita lebih bermakna. 

4. Look inside! Lihat kedalam! 

Nasihat ini dilakukanketika kita sedang mengalami ketegangan emosional. Ketika ketegangan terjadi, lihat ke dalam. Menyadari dan menerima adanya emosi-emosi negatif adalah teknik yang efektif untuk meredakannya. Setelah emosi lebih stabil bolehlah lihat keluar lagi. Emosi negatif jika diatasi sejak awal akan jauh lebih mudah. Dalam meditasi, kemampuan untuk menyadari adanya tendensi diri berupa emosi negatif dijadikan sebagai bagian dari teknik. 

5. Express Your Happiness! 

Ekspresikan kebahagiaan dengan perbuatan baik. Kebaikan hati yang diungkapkan semakin menggarisbawahi kebaikan hati itu sendiri. Sebaliknya jika niat buruk diungkapkan dan ekspresikan terus menerus, maka keburukan akan semakin kuat. Kebaikan kita butuhkan untuk menjaga diri agar hidup lebih nyaman, lebih puas karena telah banyak melakukan perbuatan baik. Seperti pepatah China: “Rahasia hidup sehat adalah dengan banyak berbuat baik.” Perbuatan baik memberikan kedamaian pada pelakunya. 

 6. Don’t think what You Get from doing Good! 

Jangan memikirkan apa yang kita dapatkan dalam melakukan sesuatu baik perbuatan baik atau juga aktivitas terbaik yang telah kita lakukan. Dalam pekerjaan profesional sering ada rencana-rencana dan prosedur-prosedur tertentu untuk mencapai hasil. Namun pada akhirnya kita mesti membiarkan hukum alam yang mewujudkannya. Memikirkan hasil sering hanya merusak kenikmatan kita dalam proses perjalanannya. Dalam berbuat baik juga jangan membatasi diri pada nama baik saja. Nama baik maupun celaan bukan alasan kita untuk menentukan suatu perbuatan. Justru kebaikan hati bisa mengatasi pujian dan celaan. 

7. Continue your Spiritual Evolution! 

Lanjutkan evolusi spiritual Anda! Evolusi spiritual berhubungan dengan kualitas kebahagiaan. Hirarki kebahagiaan meningkat seiiringan dengan kesederhanaan, kebaikan hati, kedamaian, termasuk juga keceriaan dalam hidup. 

 “Dengan kata lain, kepribadian hanyalah merupakan hasil akhir dari berbagai sistem kebiasaan kita.”  

(John B. Watson, pakar Behaviorisme) Dalam proses perpindahan Kuadran tentu fluktuatif, bukan proses yang linier dan mulus meningkat terus. Selalu proses perkembangan diri naik dan turun, namun dengan memperhatikan tujuh kiat ini secara periodik, pasti kita akan memiliki cara hidup yang jauh lebih baik, lebih damai dan bahagia.

HIDUP ITU INDAH

" Semoga hati kita semuanya dapat menjadi semakin tenang, damai dan bahagia, sekarang dan selama - lamanya. "


Kita sebagai manusia adalah mahluk sosial.
Kita tidak dapat hidup Sendiri.
Kita harus bergabung dengan orang lain.

Alangkah Indah dan Bahagianya hidup ini jika kita bisa hidup Bergandengan Tangan dalam keadaan Damai.

Hidup damai bukan berarti harus Se-ia sekata dan Sepikiran.
Tapi Hidup damai dalam arti kita bisa Menghargai dan Menerima setiap pribadi apa adanya,
Hidup Damai adalah Bisa Menerima Perbedaan Bisa menerima Kelebihan dan Kekurangan orang lain. Menerima Kelebihan adalah satu hal yang Mudah.
Tetapi menerima Kekurangan membutuhkan Kasih dan Kemurahan Hati serta penuh Toleransi.

Hidup adalah proses Memilih dan Dipilih.
Kalau kita bisa Memilih untuk Fokus pada kelebihan orang lain,
Mengapa kita harus memilih lebih fokus pada Kekurangan orang lain..??

Jika kita lebih fokus pada kekurangan orang lain.
Maka lambat laun kita akan kehilangan mereka satu persatu.

Kalo kita bisa menemukan sisi baik dari seseorang sesungguhnya kita sedang mengembangkan sisi terbaik dari diri kita sendiri.

Maka jadilah Bijak.
Fokuslah pada Kelebihan jangan pada Kekurangan.

NOBODY PERFECT

Rabu, 28 November 2012

Himalaya 1

pagi kini sehitam hati yang sedang suram
menaburkan setitik kesedihan dalam kelam
memberikan nestapa dalam ingatan
bagai masa lalu yang menyayat kalbu
tak mampu meredam batin yang risau

gelas pecah tumpah air seribu harapan
harapan palsu dalam janji yang terinjak-injak
tag sanggup menelan ludah dalam mulut yang telah membuat janji
menepis dusta membelah raga
pagi ku kini bagai Himalaya yang tertutup kabut
kelam suram penuh tangis

Selasa, 23 Oktober 2012

Pagi...

Menanti apa yang selalu dinanti...
Menunggu apa yang selalu ditunggu...
Entah kapan semua akan berakhir...
Entah kapan semua akan usai...
Walau raga ini sudah terbangun...
Walau jiwa ini sudah terbangun...
Tapi pagi ini belum beranjak...
Tapi mentari kini belum bersinar...
Dalam bayang ilusi aku bertanya...
Dalam sunyi sepi aku berteman...
Akankah tiba masa itu...
Akankah tiba pagi yang tersenyum menyambutku...
Semua tinggal menunggu jawaban pasti dalam setiap doa yang ku panjatkan tiap mentari akan bangkit dan mengintip malu kearah ku di balik awan gelap...

Rizal Ariffin.



Rabu, 23 Mei 2012

Kebudayaan Madiun

Sastra dalam Budaya yang Bertopeng
Oleh: Rizal Ariffin

Hidup tanpa cinta, bagaikan taman tidak berbunga dan hidup tanpa ekspresi rasanya hidup ini kurang berwarna. Ekspresi adalah suatu ungkapan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dan sebagainya. Setiap manusia pasti dan tidak dapat dipungkiri lagi memiliki sebuah ekspresi yang antarindividu berbeda. Ekspresi dapat dikatakan sesuatu yang abstrak dan dimiliki oleh setiap manusia yang menjadikannya berbeda satu sama lain. Inilah yang menjadikan manusia memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Salah apabila seseorang menyalahkan orang lain karena orang lain mempunyai style sendiri dan diri sendiri mempunyai style sendiri tidak dapat disamakan dan dibandingkan.
            Begitu juga dengan yang namanya “Sastra”. Bagi saya sastra itu luas, tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, dan abstrak. Sastra adalah ekspresi, keinginan untuk bertindak, dan  menghargai perbedaan. Sastra adalah ekspresi jiwa seseorang yang sedang ingin mencurahkan, mengungkapkan, mengeluarkan, dan menyelesaikan semua masalah yang dihadapi. Sastra adalah teman dan sahabat yang baik. Di mana seseorang membutuhkan, sastra akan selalu ada karena sastra bersifat abstrak. Sastra tidak bisa untuk disalahkan dan dihakimi, karena ekspresi adalah imajinasi dan ungkapan hati seseorang, dan sudah dikatakan setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing yang bertindak sebagai pembeda antara satu dengan yang lainnya. Itulah menariknya sastra di mata saya, ia mampu berada di mana saja, pada suasana apa saja, dan pada siapa saja tanpa ada yang menyalahkan dan mendoktrin satu sama lain. Sastra juga sebuah keinginan untuk bertindak, mengapa demikian? Karena sastra adalah suatu aksi, tindakan, dan perbuatan. Tidak semua tindakan bisa dikatakan sebagai sastra. Tindakan yang bisa dikatakan sastra adalah, tindakan oleh manusia yang memiliki akal untuk berpikir melakukan pekerjaan yang menghasilkan sebuah karya dan seni serta memiliki unsur keindahan dan kejujuran. Sastra adalah alat untuk menghargai sebuah perbedaan. Mengapa demikian? Pertanyaan yang sebenarnya mudah untuk dijawab, tetapi sulit diutarakan. Sastra yang merupakan suatu ciri khas dari seseorang yang memiliki jiwa seni atau curahan hati ini adalah salah satu bentuk atau apresiasi sastra untuk mempersatukan perbedaan dan mengajari semua orang akan pentingnya saling mengerti dan memahami satu sama lain. Bagi sebagian orang memang hal ini sulit dipahami, tetapi inilah sastra menurut saya yang abstrak dan tidak dapat disalahkan. Setiap suku, masyarakat, komunitas, kelompok, dan individu yang berbeda memiliki arti dan karya dalam sastra sendiri, tetapi mereka semua satu dalam sastra yang kaya akan syarat makna dan estetika.
            Sastra tersebut banyak sekali dan sangat mudah dijumpai karena keberadaannya membuat hati tenang dan damai. Sastra itu sendiri sebenarnya dalam dunia pendidikan dibagi menjadi dua antara lain: prosa dan puisi. Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya sastra puisi yaitu puisi itu sendiri, pantun,  dan syair, sedangkan contoh karya sastra prosa yaitu novel, cerita/ cerpen, rama, dan teater, drama serta budaya tradisional itu sendiri yang erat kaitannya dengan unsur estetik, religius, serta kesakralan yang tinggi. Dalam arti yang pernah saya pelajari demikian, tetapi sastra itu luas dan jika di atas saya mengatakan sastra itu adalah ungkapan dan pemikiran seseorang yang menjadikannya ciri khas atau cerminan dari apa yang sedang ia alami itulah sastra. Walaupun sastra dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan, tetapi sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Oleh karena itulah, sastra mampu masuk ke dalam setiap kehidupan dalam hidup bermasyarakat dan kehidupan masing-masing orang bahkan semua orang yang memiliki perasaan pasti memiliki jiwa-jiwa sastra. Semuanya memang membutuhkan sebuah proses yang tidak sebentar, harus adanya pembimbing agar masyarakat mengetahui sastra itu sendiri dan mengembangkan sastra dalam diri sendiri. Hal itu disebabkan karena sastra adalah cerminan diri pridadi atau diri sendiri yang apabila tidak terkontrol, maka akan rusak dan sedikit demi sedikit akan hilang. Dapat dikatakan bahwa sebenarnya sastra yang berkembang dalam masyarakat adalah budaya itu sendiri. Tetapi, keberadaannya sangat kecil untuk dijumpai.
Budaya juga seperti itu, budaya merupakan bagian dari karya sastra. Ada yang tergolong ke dalam karya sastra lisan dan tulis. Tetapi, kebanyakan kebudayaan di seluruh daerah Indonesia bahkan dunia, masuk ke dalam karya sastra lisan atau karya sastra oral. Jelas tidak efektif bahwa kebudayaan suatu daerah berupa karya sastra tulis. Di samping tidak menarik dan sedikit peminatnya, banyak karya sastra tulis peninggalan zaman prasejarah yang menggunakan bahasa-bahasa kuno dan sangat jarang sekali orang yang tahu maksud dan arti dalam karya sastra tulis atau peninggalan tulis tersebut. Inilah satu kelemahan karya sastra tulis, ketika dihadapkan pada satu benda yang merupakan contoh jenis karya sastra tulis maka persoalan yang pertama kali muncul adalah, “bagaimana cara membacanya dan bagaimana cara mengartikannya?” Sangat sulit ketika seseorang tidak bersama orang yang handal dalam menterjemahkan tulisan-tulisan tersebut. Walaupun karya sastra tulis ini memiliki kelebihan yang mungkin merupakan suatu proses berpikir untuk para penikmat sastra tulis adalah imajinasinya. Imajinasi sangat diperlukan untuk seseorang ketika membaca karya sastra berwujud tulisan ini. Hasil yang didapatkan pun kurang lebih memiliki perbedaan inti dan maksud dari tulisan tersebut. Berbeda apabila dengan karya sastra lisan atau karya sastra oral. Kebudayaan akan lebih terlihat berseni dan memiliki nilai persuasif atau mempengaruhi yang tinggi. Sebagai penikmat dan nantinya sebagai penerus para pendahulu yang menjadikan kebudayaan tersebut ada untuk tetap melestarikannya ini, seseorang akan dipandu untuk memahami secara langsung. Apa yang didengar, apa yang dilihat, dan apa yang dibaca semuanya menjadi sangat mudah untuk dipahami. Tanpa disadari bahasa adalah alat pemersatu, itulah salah satu fungsi bahasa. Karya sastra lisan ini pasti menggunakan media bahasa untuk menjadikannya mudah untu dipahami dan dimengerti serta dipelajari untuk tetap dilestarikan dari generasi ke generasi.
Karena saya ini orang asli Kabupaten Madiun, maka saya akan memberikan ulasan singkat mengenai budaya yang ada di Kabupaten saya. Sangat menarik apabila kita membahas mengenai budaya dan kesenian. Budaya dan kesenian dua hal yang berbeda tetapi sama, berbeda dalam unsur kepercayaan untuk mengikuti suatu budaya yang memiliki satu arah yang sama sebagai sebuah keseniaan daerah. Banyak sekali kebudayaan yang disalahgunakan dan berakibat buruk bagi kebudayaan tersebut. Pada sebagian daerah, kebudayaan biasanya digunakan sebagai maskot atau daya tarik tersendiri, tidak jarang juga sebagian kebudayaan digunakan sebagai ritual khusus keagamaan atau dalam hari-hari besar dan hari-hari penting yang diwajibkan warga masyarakatnya melakukan ritual tersebut. Budaya dari Kabupaten Madiun yang sangat riskan adalah upacara bersih desa, yang saat ini digunakan sebagai ritual daerah yang mungkin beberapa daerah lain di Jawa Timur juga menggunakan budaya ini. Berbeda dengan daerah lain dan mungkin ini adalah sebuah gejala kerusakan budaya tradisional atau turun temurun yang diakibatkan oleh adanya salah pengertian antara perangkat desa yang lama dengan yang baru, atau para sesepuh desa yang memimpin jalannya upacara ini. Di Kabupaten Madiun, upacara bersih desa ini diadakan dengan cara salamatan di punden (tempat keramat) atau di bawah pohon bringin besar di desa saya. Tidak berhenti sampai di situ, setelahnya biasanya panitia upacara bersih desa ini memberikan hiburan gratis berupa Wayang Kulit, Reog, dan Gambyongan yang di situ pasti banyak bapak-bapak dan para pemuda desa yang minum-minuman hingga mabuk dan tidak jarang sampai terjadi baku hantam dengan sesama warga. Hal inilah yang mencoreng citra budaya bersih desa ini, seharusnya budaya bersih desa ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur masyarakat kepada Allah Swt yang memberikan banyak rejeki, keselamatan, dan ketentraman desa.
Budaya yang sedikit demi sedikit kembali ditinggalkan adalah Karawitan dan Dongkrek. Dua keseniaan dan budaya tradisional Madiun yang sedikit demi sedikit terlupakan dan hilang dari permukaan. Budaya atau kesenian Karawitan ialah seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro dan pelog, dengan pengiring musik berupa seperangkat alat musik yang bernama Gamelan. Gamelan Jawa adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Musik yang tercipta pada Gamelan Jawa berasal dari paduan bunyi gong, kenong dan alat musik Jawa lainnya. Irama musik umumnya lembut dan mencerminkan keselarasan hidup, sebagaimana prinsip hidup yang dianut pada umumnya oleh masyarakat Jawa. Gamelan Jawa terdiri atas instrumen Kendang, Bonang, Bonang Penerus, Demon, Saron, Peking (Gamelan), Kenong dan Kethuk, Slenthem, Gender, Gong, Gambang, Rebab, Siter, Suling, dan Kempul
Sementara itu tari Dongkrek merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Madiun. Tari Dongkrek telah menjadi simbol bagi masyarakat Desa Mejayan, terutama sebagai desa lahirnya kesenian dan budaya Kabupaten Madiun dan Kota Madiun ini akan makna yang terkandung di dalamnya yaitu sebagai media untuk mengusir pageblug atau wabah penyakit serta media tolak bala dan sampai saat ini masih dipercaya akan kekuatannya. Tari Dongkrek mengandung banyak makna religius dan mistik yang terdapat dibalik simbol-simbol yang digunakan dalam kesenian tari Dongkrek. Dalam kesenian tari Dongkrek, terdapat pesan-pesan yang disampaikan melalui simbol-simbol. Dilihat dari topengnya ada tiga macam, antara lain topeng orang tua, topeng perempuan, dan topeng raksasa. Ketiga topeng tersebut memiliki simbol yang menggambarkan tentang kehidupan pada masa itu. Dilihat dari alat musiknya ada tujuh simbol alat musik yang digunakan saat pertunjukkan arak-arakan, antara lain bedug, korek, kentongan, kenong, kendang, gong beri dan gong pamungkas. Dilihat dari pakaiannya ada tiga macam, antara lain pakaian orang tua, pakaian perempuan, dan pakaian raksasa yang ketiganya merupakaan sebagai simbol pelengkap dari kesenian tari Dongkrek. Dilihat dari makna religiusnya, tari Dongkrek tidak pernah lepas dari unsur mistik dan unsur gaib karena tari Dongkrek berkaitan erat dengan kepercayaan animisme (kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda bisa pohon, batu, sungai, gunung, dan sebagainya) dan dinamisme (kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup). Tari Dongkrek sebagai suatu karya seni memang perlu dikomunikasikan kepada masyarakat agar masyarakat tahu apa yang ada di balik kesenian Tari Dongkrek. Tari dongkrek saat ini sudah sedikit ditinggalkan dan sangat jarang ditemukan orang-orang yang melestarikannya, akibat yang sangat fatal adalah hilangnya atau musnahnya tarian ini dari daerah Madiun sebagai ciri khas Kota/Kabupaten Madiun ini. Para pemuda atau siswa di sekolah-sekolah banyak yang tidak mengenal adanya kebudayaan tradisional ini. Sekolah-sekolah kurang adanya kepedulian mengenai seni budaya tradisional, dan tergeser oleh teater modern dan lawak modern yang sering diajarkan di sekolah.
Budaya yang sekarang berkembang pesat adalah budaya-budaya Barat yang sudah tidak lagi memiliki unsur-unsur sastra yang tinggi. Mereka sedang mencoba untuk meracuni pikiran-pikiran para anak-anak, para pemuda, dan remaja yang seharusnya sebagai pelestari Budaya mereka. Sekali lagi budaya adalah jati diri sebuah daerah yang di dalamnya terdapat makhluk-makhluk sosial. Tetapi, fakta yang ada sekarang berlawanan, budaya-budaya yang berkembang saat ini menutup muka atau bertopeng dan memalingkan muka terhadap unsur-unsur sastra, sehingga menjadikan budaya tersebut kehilangan Jati dirinya.
Dua kebudayaan yang ada di Kota dan Kabupaten Madiun ini sangat beresiko akan kepunahan. Perlu adanya seseorang yang memulai untuk mengembalikan kembali kebudayaan Karawitan dan kesenian tari Dongkrek ini. Semuanya dapat berlangsung dan dikembangkan melalui media apa pun. Medianya itu bisa dari elektronik dan cetak. Media elektronik bisa melalui Televisi lokal Madiun dan Radio-radio yang ada di Madiun, dan media cetak dapat melalui koran-koran lokal dengan saya mengirim tulisan dalam rubrik Seni Budaya. Itulah salah satu cara global saya yang saya lakukan ke depannya, yang telah saya lakukan adalah saya pernah berpartisipasi dalam acara kesenian daerah.
Apa yang bisa saya lakukan pasti akan saya lakukan dan saya senang mengikuti kegiatan apa pun. Di SMA saya mengikuti ekstrakulikuler karawitan, saya di situ bertindak sebagai vokalis dalam perkumpulan seni tersebut. Dalam desa saya juga mengusahakan agar karawitan ini masih dilestarikan dan tidak terkalahkan dengan adanya musik-musik dangdut yang semakin merakyat ini. Dalam seni dongkrek saya memang belum menekuni, tetapi saya pada waktu SMP pernah ikut latihan sebentar dan waktu pentas saya tidak mengikuti karena saya menjadi juru bicara sekolah pada saat itu. Tetapi, saya sebagai seorang calon pendidik atau biasa dipanggil dengan seorang calon guru, sehingga saya berkesempatan dan berpeluang besar untuk ikut melestarikan budaya tari Dongkrek di Madiun, dengan sedikit memberi saran kepada sekolah-sekolah untuk mengadakan ekstrakulikuler tari Dongkrek ini. Itulah cita-cita saya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur tradisional.