Senin, 09 Januari 2012

Resensi Buku Non-Fiksi (Biografi: Titiek Puspa)


Judul Buku      : Titiek Puspa, sebuah biografi
Penulis             : Ninok Leksono
Negara             : Indonesia
Bahasa             : Indonesia
Genre              : Autobiografi
Hal                  : xxiii, 272 halaman
Penerbit           : Jakarta: Buku Kompas
Tahun              : 2003
ISBN               : ISBN 979-709-108-2



Sinopsis

Titiek Puspa, yang mempunyai nama asli Sudarwati yang diubah menjadi Kadarwati dan terakhir diubah menjadi Sumarti lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November 1937. Nama "Titiek Puspa" diambil dari Titiek yang merupakan nama panggilannya sehari-hari dan Puspa dari 'Puspo' nama bapaknya. Nama ini pula yang diambil untuk nama orkes pengiringnya "Puspa Sari" yang dipimpinnya sendiri dan mengiringinya menyanyi di awal kariernya.
Awal karier bernyanyinya dimulai di Semarang, kota di mana Titiek Puspa yang kini disebut sebagai diva legendaris oleh Majalah Wanita Kartini, mengikuti kontes menyanyi "Bintang Radio". Tidak hanya sampai di bidang menyanyi saja, 'eyang Titik' juga menunjukan totalitasnya dalam menggarap beberapa operet yang sempat sangat disukai pemirsa TVRI, seperti operet bawang Merah Bawang Putih,Ketupat Lebaran, Kartini Manusiawi Kartini dan Ronce-ronce.
Titiek kukuh maju ke festival mengikuti saran dan dorongan teman-teman. Titiek atau Soemarti disarankan mendaftar dengan mengubah nama menjadi Titiek Puspo, diambil dari nama panggilannya Titiek dan Puspo dari nama ayahnya, sebagai siasat agar tidak ketahuan ayahnya. Soemarti setuju lalu mengindonesiakan nama Puspo menjadi Puspa. Maka, lengkaplah nama baru Titiek Puspa sebuah nama beken yang di kemudian hari melegenda dalam jagat dunia musik pop Indonesia. Walau menghadapi saingan, kebanyakan murid SMA, Titiek yang masih duduk di bangku SMP berhasil keluar sebagai juara pertama.
Rekaman piringan hitamnya yang pertama dengan label Gembira, berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek Puspa sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu Titiek Puspa banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) dan Zainal Ardi (suaminya sendiri seorang announcer Radio Republik Indonesia Jakarta). Sebagai penyanyi yang mulai menanjak popularitasnya, Titiek belum menciptakan banyak lagu dalam albumnya, lagu-lagunya banyak diciptakan misalnya oleh Iskandar, Mus Mualim, ada juga Wedasmara.
Barulah pada album Si Hitam dan Pita (1963) yang berisi 12 lagu tiap albumnya semuanya adalah ciptaannya sendiri dan menjadi populer saat itu, selain itu juga album Doa Ibu berisi 12 lagu, 11 lagu adalah ciptaannya dengan 1 lagu ciptaan Mus Mualim. Dari album Si Hitam, lagu yang semakin memopulerkan namanya adalah Si Hitam, Tinggalkan, Aku dan Asmara. Bisa juga dikatakan bahwa bersama album Si Hitam, album Doa Ibu adalah album yang legendaris karena berisi lagu-lagu Minah Gadis Dusun, Pantang Mundur, yang semakin menancapkan Titiek Puspa sebagai penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang baik.bersama seorang dari.
Selain penyanyi dan pencipta lagu, Titiek juga pencipta operet dan main dalam 19 film layar lebar. Dalam usia yang sudah berkepala enam ini, ia tetap tampil cantik, aktif, dan masih menjadi bintang iklan sejumlah produk, tampil dalam sebuah tv show, serta setiap tahun melawat keluar negeri menampilkan keseniaan rakyat Indonesia. Ialah Kartini modern Indonesia.

Kelebihan
1.      Buku yang mampu mengilhami pembaca.
2.      Buku motivasi.
3.      Ceritanya dikemas dengan menarik, sehingga pembaca tidak bosan.
4.      Jilidan buku baik.
5.      Bahasa yang digunakan baku.
6.      Kutipan lirik lagu yang menambah daya tarik saat membaca.
7.      Biografi dituangkan dengan rinci.
8.      Alur cerita detail dan sederhana.

Kekurangan
1.      Pencitraan Titiek hanya dilihat dari kebaikannya saja, hal ini membikin Titiek seperti manusia sempurna.
2.      Sampul depan kurang menarik.
3.      Kurang adanya komentar dari penggemar atau teman-teman artis.
4.      Bahasa monoton.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen mu adalah penilaian untuk ku...